ads

Al Adzom Kota Tangerang

Masjid Al-Adzom Kota Tangerang.

Balaikota Tangerang

Plaza Puspem (Pusat Pemerintahan) Kota Tangerang.

Walikota Tangerang

Drs. H. Wahidin Halim, M.Si.

Sejarah Tangerang

Bismillah peget Ingkang Gusti Diningsun juput parenah kala Sabtu Ping Gasal Sapar Tahun Wau Rengsena Perang nelek Nangeran Bungas wetan Cipamugas kilen Cidurian Sakebeh Angraksa Sitingsung Parahyang-Titi.

KECAMATAN NEGLASARI

KANTOR KECAMATAN NEGLASARI by ui putra - kecamatanneglasari.blogspot.com.

Camat Neglasari, Boyke Akhmad Syafei

Kecamatan Neglasari Kota Tangerang Propinsi Banten Indonesia. Jl. Iskandar Muda No. 54 Tangerang 15121.

Tampilkan postingan dengan label Kota Tangerang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kota Tangerang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 November 2012

Pembangunan RSU Kota Tangerang Dikebut Baru 23 Persen


Kabar6-Pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang terus dikebut. Hingga Jumat (26/10/2012), progress pembangunan RSU tersebut sudah mencapai hingga 23 persen. 

Wakil Walikota Inspeksi Pembangunan RSU Kota Tangerang
Wakil Wali Kota Tangerang, H.Arief R.Wismansyah mengatakan, saat ini proses pengerjaan RSU yang berdiri di Kawasan Modernland, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang itu sudah memasuki tahap lantai tiga. 

"Pengawasan pembangunan RSU itu terus kita lakukan, agar pihak Waskita selaku kontraktor bisa mengerjakan proyek tersebut tepat waktu," kata Arief lagi. 

Sesuai target, lanjut Arief, pembangunan RSU Kota Tangerang dijadwalkan bakal rampung 100 persen pada Bulan Agustus 2013 mendatang. 

"RSU Kota Tangerang bakal memiliki 8 lantai dengan data tampung 300 tempat tidur dan 17 ruang poliklinik, yang meliputi pelayanan spesialistik dasar, pelayanan spesialistik lainnya dan penunjang medik," ujar Arief lagi.

Sedianya, keberadaan RSU tersebut sangat penting untuk terlaksananya pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Tangerang. 

Selain program multiguna, saat ini Pemerintah Kota Tangerang juga tengah menggaagas program kesehatan gratis bagi seluruh masyarakatnya, lewat kerjasama dengan 32 rumah sakit yang ada.(tom migran)

RSU Kota Tangerang Dibangun Di Kota Modern



TANGERANG, KOMPAS.com Jum'at, 26 Oktober 2012 - Pemerintah Kota Tangerang akan membangun Rumah Sakit Umum (RSU) di dekat Mesjid Al Hidayah di kawasan Kota Modern (Modernland) Tangerang.

"Pembangunan rumah sakit di dekat mesjid ini akan selesai tahun 2013. Rumah sakit ini nantinya juga untuk melayani masyarakat secara gratis," kata DR HM Harry Mulya Zein, Sekretaris Wilayah Kota Tangerang dalam sambutannya menjelang sholat Idul Adha di Mesjid Al Hidayah, Modernland, Jumat (26/10/2012) pagi.

Dalam pidatonya, Harry menegaskan kembali kepedulian Bapak Walikota Tangerang, H. Wahidin Halim dan Pemerintah Kota Tangerang terhadap pelayanan masyarakat.

"Kami memberi pelayanan rumah sakit gratis kepada masyarakat. Yang membutuhkan pelayanan rumah sakit gratis, cukup menunjukkan KTP dan kartu keluarga saja," kata Harry.
Rumah sakit yang memberikan pelayanan gratis adalah RSU Tangerang dan sejumlah rumah sakit lainnya di kota Tangerang yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Tangerang, termasuk rumah sakit umum yang akan segera dibangun di dekat mesjid tersebut.

Pelayanan gratis juga diberikan di sekolah-sekolah pemerintah mulai dari SD sampai SMA/SMK.

Sumber Gambar : probenteng.com

Pemkot Tangerang Bangun RSU Gratis


Pemkot Tangerang Bangun RSU Gratis

tangerangkota.go.id Senin, 17 September 2012



Ketika Pemerintah Daerah yang lain sedang mewacanakan bahkan merencanakan dan memulai pengobatan gratis bagi masyarakatnya Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang telah lebih jauh menerapkannya diawali dengan pengobatan gratis terhadap masyarakat miskin, rentan miskin, melakukan kerjasama dengan RS Swasta, membangun RS Dhuafa Ar-rahmah yang tanpa Kelas, kemudian menggratiskan seluruh warganya untuk pengobatan gratis dan sekarang membangun RSU Daerah Kota Tangerang berlantai 8 yang juga tanpa Kelas serta digratiskan untuk seluruh warga masyarakatnya.

"Boleh jadi kita yang pertama di Indonesia", ungkap Walikota Tangerang H. Wahidin Halim yang pada hari Senin, (17/09) melakukan pemancangan dimulainya Pembangunan RSUD Kota Tangerang. Selain guna mengakomodir aspirasi masyarakat Kota Tangerang, Rumah Sakit ini juga akan mempersilahkan masyarakatnya untuk tinggal datang untuk berobat, dan tidak perlu lagi memikirkan biaya pengobatannya.

Jadi, selain bisa berobat ke 28 rumah sakit yang telah bekerjasama dengan Pemkot Tangerang, nantinya masyarakat juga bisa memanfaatkan RSU ini, "Syaratnya sama, yang penting warga Kota Tangerang dan tinggal menunjukkan KTP dan atau KK saja," papar Walikota Tangerang, H. Wahidin Halim sesaat setelah acara Pemancangan Tiang Pertama RSU Kota Tangerang, di kawasan Perumahan Modernland, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Kota Tangerang.

Lebih lanjut, Walikota menekankan dengan dibangunnya RSU ini semakin banyak pilihan bagi masyarakat Kota Tangerang untuk berobat. "Tinggal pilih, mana yang paling dekat dengan rumah. Biar gak keluar banyak ongkos," ujarnya.

Pembangunan RSU ini, merupakan kelanjutan dari berbagai upaya Pemkot dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat. Seperti di ketahui, pada Tahun 2009, Pemkot Tangerang telah meluncurkan program kartu multiguna yang merupakan pengembangan dari sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Dimana, selain pasien Jamkesmas, Pemkot memperluas cakupan pelayanan dengan menambahkan masyarakat miskin dan rentan miskin yang sebelumnya tidak masuk kedalam program Jamkesmas, ke dalam program Jamkesda yang lebih dikenal dengan program multiguna. Perlu diketahui, di Tahun 2012, Pemkot Tangerang mengalokasikan dana APBD untuk pengobatan gratis sebesar Rp. 50 miliar. Hingga Agustus 2012, terserap sebesar Rp. 28,2 miliar atau 56,74%, dengan jumlah pasien yang dilayani 17.194 untuk rawat jalan dan 7.994 untuk rawat inap.

Dalam perjalanannya, Pemkot terus berupaya mengembangkan pelayanan multiguna melalui kerjasama dengan 28 rumah sakit, baik yang ada di kota Tangerang maupun di wilayah sekitar, seperti rumah sakit Cipto Mangun Kusumo, Fatmawati, dan rumah sakit Grogol Jakarta.

Dengan meningkatnya anggaran yang dialokasikan untuk pelayanan kesehatan, pada 2012 Pemkot kembali meningkatkan cakupan pelayanan multiguna, yang awalnya hanya berlaku untuk warga miskin dan rentan miskin, saat ini sudah mencakup seluruh masyarakat Kota Tangerang tanpa terkecuali. "Yang memiliki KTP dan KK Kota Tangerang, pasti kita layani gratis" tegas Walikota.

RSU Kota Tangerang, dibangun di atas lahan seluas 14.000 m2/ 1,4 hektar. Dengan luas bangunan 15.630 m2. Yang terbagi dalam dua tahap pembangunan yaitu di tahun anggaran 2012 dan 2013. Tahap I sebesar Rp. 44 milyar dan tahap II Rp. 71 milyar. Dengan total keseluruhan biaya diperkirakan mencapai 115 miliar.

Adapun bangunan meliputi 3 bagian, bagian I (5 lantai), bagian II (3 lantai) dan bagian III (2 lantai). Dengan kapasitas 30 ruang rawat inap dengan 120 tempat tidur. Dengan struktur direncanakan untuk 8 lantai, bila dilakukan pengembangan dapat menampung 300 tempat tidur. Terdapat 17 ruang poliklinik yang meliputi pelayanan spesialistik dasar, pelayanan spesialistik lainnya dan penunjang medik. Selain, pelayanan lainnya juga ditunjang dengan sarana ibadah serta kantin. Pembangunan RSU ditargetkan akan rampung pada Agustus 2013.
(repost by ruli@nto S.-2012)

BPMKB Beri Pelatihan P3MK Bagi Perwakilan 52 RT-RW



SEDIKITNYA 52 pengurus RT/RW perwakilan dari Kecamatan Ciledug, Cibodas, dan Cipondoh, mengikuti pelatihan Perencanaan Pembangunan Partisipasi Masyarakat Kelurahan (P3MK) di Aula Hotel Permata Mulia, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Senin (5/11).

Pelatihan berlangsung Senin (5/11)-Selasa (6/11), memberi pemahaman 3 materi penting untuk memotivasi kinerja para pengurus RT-RW membangun lingkungannya. Ketiga materi itu: Pertama, peserta diberi pemahaman tentang pembinaan kelembagaan masyarakat.

Kedua, peserta diberi pemahaman tentang sistem perencanaan dan prosedur penganggaran pembangunan. Ketiga, peserta diberi pemahaman tentang perencanaan partisipasi masyarakat kelurahan.

"Narasumbernya adalah Kepala Bappeda Kota Tanegrang Yayan Sopiyan, dan dua kepala bidang di Bappeda Kota Tangerang H Nanang dan Nur Faizah," kata H Encep Muharram, Kabid Pemberdayaan Masyarakat pada BPMKB Kota Tangerang.

Dikatakan pelatihan ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada pengurus RT/RW untuk mengerti metoda perencanaan pembangunan lingkungan sehingga dapat diaplikasikan dalam organisasinya. "Sisi lainnya mendorong RT/RW mampu untuk mengusulkan pembangunan apa yang paling dibutuhkan di lingkungannya dalam musrenbang kelurahan."

Encep menginformasikan pelatihan yang digelar adalah pelatihan gelombang kedua. Seluruhnya ada 4 gelombang untuk peserta RT/RW dari 13 kecamatan. BPMKB sendiri di setiap tahunnya sudah menggelar pelatihan semacam ini secara rutin kepada pengurus RT/RW.

Sumber : tangerangkota.go.id

Kamis, 25 Oktober 2012

Tahun 2012 Pemkot Tangerang Alokasikan Rp. 184 Miliar Untuk Pembangunan Dan Perbaikan Jalan

Jalan Lingkungan Merpati RW. 05 Karangsari, Neglasari Kota Tangerang


Tahun 2012 Pemkot Tangerang Alokasikan Rp. 184 Miliar Untuk Pembangunan Dan Perbaikan Jalan-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelontorkan Rp 84 miliar dari APBD 2012 untuk pengerjaan 189 paket pembangunan jalan kota dan jalan lingkungan di 13 Kecamatan. Pembangunan jalan tersebut bertujuan untuk untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan lingkungan masyarakat.

Sekretaris Dinas PU Kota Tangerang Dedi Suhada mengatakan, dari 189 paket ini diantaranya terbagi 163 paket jalan lingkungan dan 26 paket jalan kota. Sementara dari Rp 84 miliar dana yang kucurkan, sebanyak Rp 50 miliar diantaranya untuk pembangunan jalan lingkungan dan Rp 34 miliar untuk peningkatan jalan kota. Sebanyak 163 paket jalan lingkungan, yang pembangunannya sedang berjalan sekitar 65 persen. Sedangkan 26 paket peningkatan jalan kota yang terlaksana pengerjaannya baru sekitar 45% persen, katanya, Jumat (27/7).

Menurut Dedi, pembangunan jalan ini dilakukan di 13 kecamatan, karena Pemkot menginginkan untuk merealisasi pembangunan secara merata. Pembangunan jalan ini untuk selain untuk mengurangi kemacetan, juga untuk mempermudah akses jalan masyarakat.

Dalam pembangunan tersebut, kata Dedi, pihaknya memprioritaskan jalan-jalan yang urgen dan perlu perbaikan. Beberapa kegiatan pembangunan jalan kota terlah berjalan diantaranya di Jalan Satria-Sudirman di Kecamatan Tangerang, Jalan Marsekal Surya Dharma di Kecamatan Neglasari dan pelebaran Jalan Mohammad Toha, katanya.Sementara kegiatan pembangunan jalan lingkungan yang tengah berjalan adalah jalan paving-blok di kawasan banjir perumahan-perumahan di Kecamatan Periuk, Kelurahan Uwung Jaya Kecamatan Cibodas, Kecamatan Karang Tengah. (Source)

 ***
Tahun 2012 Pemkot Tangerang Alokasikan Rp. 184 Miliar Untuk Pembangunan Dan Perbaikan Jalan
@ Repost by ruli@nto-2012

Pembangunan 4 GOR Mini Dan 1 Stadion Mini Di Kota Tangerang Akan Segera Rampung

GOR Kota Tangerang


Pembangunan 4 GOR Mini Dan 1 Stadion  Mini Di Kota Tangerang Akan Segera Rampung. Sebanyak empat gedung olahraga (GOR) mini di sejumlah kecamatan dan satu stadion mini telah dibangun oleh Pemkot Tangerang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Tangerang tahun 2012 ini. Proyek pengerjaan 4 GOR dan 1 Stadion mini sudah tahap 86 persen penyelesaian, walaupun adanya tambahan addendum waktu perpanjangan selama 1 bulan (22/11) batas pengerjaan Diutarakan HM Kosasih, Kabid Olahraga Disporbudpar, Kamis(18/10).
Pada saat meninjau beberapa GOR HM Kosasih menjelaskan bahwa Pemkot Tangerang memang telah merealisasikan hasil musrembang tingkat Kota Tangerang dengan membangun GOR di 13 kecamatan. Untuk tahun ini ada 4 GOR yang dibangun yaitu di Neglasari, Batuceper, Cipondoh dan Ciledug.
Lebih lanjut HM Kosasih  mengatakan, bahwa “Semua GOR mini ini akan dilengkapi tribun untuk penonton di salah satu sisinya,”.
Pemkot Tangerang juga telah membangun sebuah stadion mini yang lokasinya diKelurahan Cipondoh Kecamatan Cipondoh. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pembinaan olahraga masyarakat seperti olahraga futsal, bulutangkis, basket, voli dan lain-lain.
GOR Mini Kota Tangerang (Foto tangerangkota.go.id)
Dengan olahraga juga tentunya kesehatan warga pun akan meningkat. Ditempat berbeda, H. Yani selaku Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Olahraga mengutarakan bahwa proyek pembangunan 4 GOR dan stadion mini sudah tahap 86 persen penyelesaian.
Pengerjaan bangunan GOR dan stadion mini tersebut sangat memuaskan serta sesuai dengan bestek dan rencana anggaran biaya (RAB). Sinerji para kontraktor selaku pelaksana proyek pengerjaan sangat pro aktif dalam meminta arahan dari pejabat pembuat komitmen pekerjaan ( PPTK ) serta konsultan yang ditunjuk oleh bidang olah raga Disporbudpar terkait bangunan dan material yang digunakan dalam proyek tersebut. Adapun GOR Mini dan Stadion Mini yang dibangun Pemkot Tangerang pada tahun 2012 dengan total pagu anggaran APBD Kota Tangerang sebesar Rp. 14.053.504.000,- ini adalah :
  1. GOR Ciledug yang berlokasi di jalan Raden Fatah Kelurahan Sudimara Selatan Kecamatan Ciledug dengan pagu anggaran sebesar Rp. 3.055.333.000,-, luas bangunan sebesar 800 m2. Proyek ini dimenangi oleh PT. Restu Agung Selalu yang dipimpin oleh H. Kosasih Ibrahim.
  2. GOR Neglasari yang berlokasi di jalan Iskandar Muda Kecamatan Neglasari dengan pagu anggaran sebesar Rp. 3.550.173.000,- dengan dimenangkan oleh PT. Dado Dimensi, dipimpin oleh H. Haryadi. M;
  3. GOR Batuceper yang berlokasi di jalan Maulana Hasanuddin Kecamatan batuceper dengan pagu anggaran sebesar Rp. 2.657.176.000,- dengan dimenangkan oleh PT. Fajar Mitra Pratiwi Dimensi, dipimpin oleh H. Ndas Dasuki;
  4. GOR Cipondoh yang berlokasi di Jalan Cipondoh Makmur Kecamatan Cipondoh dengan pagu anggaran sebesar Rp. 2.904.338.000,- dengan dimenangkan oleh PT. Dado Dimensi, dipimpin oleh H. Haryadi. M serta,
  5. Stadion Mini Cipondoh dengan pagu anggaran sebesar Rp. 1.886.484.000,- yang dimenangkan oleh CV. Kadu Agung Dimensi, dipimpin oleh Ade Supriyatna.
Semua proyek kegiatan tersebut akan selesai bulan depan dan dapat dipergunakan masyarakat sekitar GOR tersebut. Sisi lainnya, ditambahkan H Yani menerangkan bahwa, gedung tersebut juga bisa dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan lainnya (multifungsi) misalnya gelaran pertunjukan musik ataupun hajatan perkawinan warga.

Pada tahun 2011, Pemkot Tangerang juga telah membangun GOR Mini Benda di Kecamatan Benda guna memenuhi kebutuhan sarana olahraga bagi warga Kecamatan Benda, Pemkot Tangerang telah membangun Gedung Olahraga (GOR) Mini Benda dengan ukuran 20 meter x 24 meter. GOR Mini Benda dibangun dengan memanfaatkan anggaran APBD Kota Tangerang Tahun 2011 sebesar Rp 2. 418.911.000,-  ini memiliki kelengkapan 3 lapangan bulutangkis, 1 lapangan bolavoli, dan 1 lapangan bolabasket. Praktis dengan fasilitas itu, cabang olahraga yang merakyat bagi warga Benda, telah dipenuhi Pemkot Tangerang.

Diharapkan prestasi olahraga Kota Tangerang akan semakin meningkat secara signifikan dengan keberadaan GOR dan Stadion Mini tersebut (pen). Source : tangerangkota.go.id

Pembangunan 4 GOR Mini Dan 1 Stadion  Mini Di Kota Tangerang Akan Segera Rampung
Repost by ruli@nto-2012

Selasa, 02 Oktober 2012

JEJAK SEJARAH TANGERANG : Pengaruh Akulturasi Budaya Tionghoa





 @Repost by Rulianto Sjahputra

Rulianto Sjahputra
Masjid Al-Adzom, Kota Tangerang
Jejak Sejarah Tangerang – Literatur sejarah mencatat bahwa Jejak Sejarah Tangerang banyak diwarnai dan dipengaruhi dari akulturasi budaya dari beberapa etnis masyarakat yang dominan, antara lain meliputi budaya masyarakat Betawi, Tionghoa, Makasar, Lampung, dan budaya masyarakat Sunda. Dari sekian pengaruh budaya dominan tersebut, Titian Budaya Masyarakat Tionghoa termasuk paling menonjol dengan meninggalkan berbagai jejak sejarah yang masih dapat kita saksikan di wilayah Tangerang, khususnya Kota Tangerang. Untuk itu dalam kesempatan ini saya mencoba sedikit berbagi atau sharing mengenai Jejak Sejarah Tangerang dalam Titian Budaya Masyarakat Tionghoa sebagaimana yang dapat kita simak dalam artikel berikut ini.


SEJARAH TANGERANG

Jejak Sejarah Tangerang - Perkembangan Kota Tangerang tidak lepas dari peranan masyarakat Tionghoa yang telah menetap sejak lama. Masyarakat Tionghoa datang dan menetap di Tangerang melalui beberapa fase kedatangan. Antara lain :

1.  Fase Tahun 1407

Berdasarkan Babad Sunda dalam kitab Tina Layang Parahyang disebutkan pada tahun 1407 telah terdampar rombongan kapal laut dari negeri Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Chen Ci Lung (Panglima Ha Lung). Pada saat itu kapal laut tersebut terdampar di desa Pangkalan (yang sekarang dikenal dengan Kecamatan Teluk Naga) yang pada saat itu dipimpin oleh Adipati Anggalarang. Konon nama Teluk Naga tersebut diambil dari kapal laut yang berbentuk Kepala Naga yang terdampar di sebuah teluk di desa Pangkalan tersebut.

Dikarenakan mereka terdampar serombongan menetap dan tinggal di desa tersebut dan melakukan pembauran dengan masyarakat dan melakukan kawin campur, sehingga memunculkan istilah Cina Bike (orang Tionghoa yang berasal dari keturunan bibi dan sinkhe). (Ref.lebih lanjut Baca Buku Tina Layang Parahyang).

2.  Fase Tahun 1740

Jejak Sejarah Tangerang -Terjadinya kerusuhan pada tahun 1740 yang mengakibatkan jatuhnya ribuan korban di daerah Jakarta Barat yang pada saat itu disebut Batavia. Setelah pulih dari kerusuhan tersebut, Belanda pada saat itu meminta kepada masyarakat Tionghoa untuk membuka lahan dengan menganut sistem Tanam Paksa. Dimana masyarakat Tionghoa diminta untuk menanam tanaman yang hasilnya akan dikirim ke Eropa sebagai komoditas dagang Belanda. Hal tersebut menyebabkan dibangunnya komunitas-komunitas baru seperti Pondok Cabe, Pondok Jagung, Pondok Aren, dan lain sebagainya. (Ref. Baca Buku Huru Hara 1740, Tionghoa Dalam Pusaran Politik)


BENDA DAN BANGUNAN BERSEJARAH

Jejak Sejarah Tangerang - Sehubungan dengan perkembangan Tangerang yang tidak lepas dari komunitas Tionghoa maka banyak bangunan-bangunan yang merupakan peninggalan-peninggalan masyarakat Tionghoa pada jaman itu, antara lain :

1.    Klenteng Boen Tek Bio

Berdiri sekitar tahun 1684 yang terletak di kawasan Pasar Lama, Tangerang. Di dalam klenteng tersebut terdapat banyak sekali benda kuno dan bersejarah, seperti :
ð Batu Tambur (sekitar abad ke-17)
ð Patung Singa / Ciok Say (sekitar abad ke-17)
ð Lonceng kuno (sekitar abad ke-18)
ð  Prasasti Kayu (sekitar abad ke-18)

Klenteng/Vihara Boen Tek Bio Kota Tangerang
2. Klenteng Boen San Bio

Berdiri sekitar tahun 1689 yang terletak di kawasan Pasar Baru, Tangerang. Di dalam klenteng tersebut terdapat benda kuno dan bersejarah, seperti :
ð Patung Singa / Ciok Say (sekitar abad ke-17)
ð  Perahu Pecun (berusia sekitar 100 tahun )

3. Klenteng Boen Hay Bio

Berdiri sekitar tahun 1694 yang terletak di kawasan Pasar Lama, Serpong. Di dalam klenteng tersebut terdapat benda kuno dan bersejarah, seperti :
ð  Patung Singa / Ciok Say (sekitar abad ke-17)

4.  Rumah Kapitan Oey Dji San

Kapitan adalah jabatan Dewan Kong Koan yaitu sebuah perkumpulan yang dibentuk oleh Belanda untuk masyarakat Tionghoa sebagai pusat komunitas saat itu, yang pemimpinnya disebut sebagai Weijk Masteer (setingkat Lurah), Luitenant (setingkat Bupati), Kapitan (setingkat Walikota), Mayor (setingkat Gubernur).
Rumah Oey Djie San - The Gallery of Secondary House (Indische Style) 
Source: KITLV
The Gallery of Secondary House - February 2009 (Rumah Oey Djie San)

Rumah Kapitan Oey Dji San terletak di daerah Karawaci dan memiliki keunikan tersendiri, diantaranya :
ð Mengandung 3 unsur arsitektur (Belanda, Cina, dan Lokal)
ð Memiliki keindahan dengan berbagai ukiran pada setiap sisi bangunannya
ð Atap rumahnya berbentuk ekor wallet.
ð Pernah menjadi tempat penampungan masyarakat Tionghoa yang telah menjadi korban kerusuhan pada tahun 1946 (Ref. Baca Buku Tionghoa Dalam Pusaran Politik).
ð  Pernah menjadi pusat perkebunan karet terbesar di Tangerang.

Konon rumah ini berdiri sebelum Klenteng Boen Tek Bio.

5. Rumah Keluarga Tan Un Long

Rumah ini masih ada sampai sekarang dan terletak di daerah Gang Bansin, Karawaci Tangerang. Keunikannya adalah :
ð Atap ekor wallet
ð Memiliki papan arwah 8 generasi (konon katanya tidak ditemukan didaerah lain)
ð  Memiliki Hio Lo (tempat hio / dupa) dari sekitar abad ke-17

6. Makam Kapitan Oey Giok Koen

Kapitan Oey Giok Koen adalah tokoh masyarakat Tionghoa pada saat itu. Yang merupakan pemimpin masyarakat Tionghoa, beliau meninggal sekitar tahun 1900-an. Adapun makamnya memiliki keindahan dan keunikan tersendiri yang nisan nya konon didatangkan langsung dari Negeri Tiongkok. Namun sekarang, makam tersebut sudah tidak ada lagi, dikarenakan tidak adanya perhatian dari pemerintah setempat. Makam tersebut sebelumnya terletak di daerah Pondok Arum, Tangerang.

7. Makam Kapitan Oey Kiat Tjin

Makam seorang Kapitan Tionghoa terakhir yang meninggal pada tahun 1937 yang kini makamnya masih dapat kita lihat di daerah Karawaci, Gang H. Rain. 

Rumah Kebaya, Rumah Tradisional Petani Cina Benteng
8. Rumah Kebaya

Rumah macam ini masih dapat kita temui di daerah-daerah tertentu, namun kondisinya cukup mengkhawatirkan dikarenakan banyaknya pengusaha-pengusaha property yang akan membangun perumahan. 

Keunikan dari rumah kebaya:
ð Keseluruhan bangunan menggunakan unsur kayu dengan pintu di tengah diapit oleh dua buah jendela
ð Memiliki paseban untuk menerima tamu
ð  Memiliki latar untuk menjemur padi

9. Perahu Pecun

Perahu Pecun dalam Festival Cisadane Kota Tangerang
Perahu ini di Tangerang sangat mengandung sejarah yang sangat tinggi dan unsur budaya yang bernilai tinggi. Dimana perahu ini pernah meramaikan festival Pecun yang diadakan pada abad ke-19. Kini perahu tersebut telah dikeramatkan oleh masyarakat Tionghoa Tangerang dan berada di 3 wilayah, antara lain :
ð Di Klenteng Boen San Bio
ð Di Belakang Kantor Pajak Karawaci, Tangerang
ð  Di Pemakaman Tanah Gocap, Tangerang

10.   Kereta Jenazah

Masyarakat Tionghoa yang meninggal pada abad ke-19, umumnya dimakamkan di pemakaman umum dengan menggunakan kereta jenazah. Kereta ini berbentuk seperti delman dan didorong oleh tenaga manusia. Kereta tersebut masih dapat kita temui di Rumah Duka Boen Tek Bio, Tangerang.

Masukan dan Saran
Banyak masukan dari masyarakat Tangerang khususnya komunitas masyarakat Tionghoa yang berharap kepada pemerintah daerah dan pihak-pihak yang terkait untuk dapat lebih memperhatikan dan melindungi benda dan bangunan bersejarah tersebut dengan menetapkannya sebagai Benda Cagar Budaya sesuai dengan Undang Undang No. 5 Tahun 1992. Artikel :  Jejak Sejarah Tangerang.

Referensi : Ziarah Kota Tangerang by Wahidin Halim, IPTI Banten & Berbagai Sumber
Repost & Sharing by Ruli@nto Sj@hputr@-2012
***###***

Sabtu, 29 September 2012

Bendungan Air Pintu Sepuluh Kota Tangerang


Bendungan Air Pintu Sepuluh Kota Tangerang- Bendungan ini memiliki 10 pintu air, masing-masing selebar 10 meter. Singkat cerita ternyata bapak walikota tangerang telah menulis dalam bukunya yang berjudul “Ziarah Budaya Kota Tangerang Menuju Masyarakat Berperadaban Akhlakul Karimah” tulisan dari H. Wahidin Halim (Walikota Tangerang).

Hasil pengamatan di  Bendungan Air Pintu Sepuluh Kota Tangerang  saya tidak lama singgah di sana karena ada tujuan lain. Untuk lebih jelasnya bapak Walikota ini telah mengoreskan tintanya sebagai asset untuk pengetahuan anak bangsa putra putri warga tangerang yang akan dating sebagai generasi penerus. Berikutini hasil catatan dari bapak walikota.

Bendungan Air Pintu Sepuluh Kota Tangerang
Pemerintah Belanda membangunnya selama enam tahun, sejak 1925 hingga 1931, dengan mendatangkan para pekerja dari Cirebon. Bendungan ini bertujuan untuk mengatur aliran sungai Cisadane hingga membuat Tangerang menjadi kawasan pertanian yang subur. Dari  Bendungan Air Pintu Sepuluh Kota Tangerang ini, air didistribusikan untuk irigasi dan sumber air baku bagi kawasan Tangerang. Sebagian besar dialirkan ke muara Sungai Cisadane di Tanjung Burung (Teluk Naga) menuju ke Laut Jawa. Bangunan sepanjang 110 meter ini membentang di Kali Cisadane tepatnya di daerah Pasar Baru.

Bendungan Air Pintu Sepuluh Kota Tangerang ini sekarang dikelola oleh Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) Cisadane-Ciujung, Kota Tangerang. Dari sini pula, para petugas BPSDA menjaga ketinggian air untuk mencegah banjir. Batas ketinggian air normal di bendungan ini adalah 12,5 meter. Ketika terjadi banjir bandang yang melanda Kota Tangerang pada 1981, ketinggian air di Pintu Air Sepuluh ini mencapai 14 meter, kendati seluruh pintunya sudah dibuka.

Sedangkan di musim kemarau, ketinggian air bisa mencapai 11 meter. Kalau sudah begini, akibatnya, lebih dari 12.000 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah ini bisa terancam krisis air bersih. Pernah suatu ketika, 
Bendungan Air Pintu Sepuluh Kota Tangerang  itu diketahui jebol di sembilan titik bendung. Kerusakan ini, karena kurangnya perawatan. Selain sampah yang menumpuk dan menutupi bagian bendungan yang jebol, juga dikarenakan besi-besi yang menopang bendungan tersebut kondisinya juga sudah dipenuhi karat.

Jebolnya sembilan bendungan yang menjadi tempat penampungan air baku PDAM Kota Tangerang itu, menyebabkan turunnya debit air Sungai Cisadane. Ambang batas normal debit air Sungai Cisadane tak bisa dipertahankan pada posisi 12,5 meter. Debit sungai yang membelah kota dan menjadi tumpuan hidup jutaan jiwa itu susut hingga 11,20 meter. Itu berarti, debit air Sungai Cisadane menyusut sekitar 1,3 meter dari kondisi normal.

Puluhan ribu pelanggan PDAM memang sangat menggantungkan hidupnya pada air Sungai Cisadane. Tak bisa dibayangkan, apa jadinya bila ketersediaan air yang menjadi bahan baku PDAM habis terbuang akibat kebocoran itu. Jebolnya sembilan titik bendung itu juga mengganggu kebutuhan air pelanggan PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) milik Kabupaten Tangerang. Bahkan, kegiatan dan operasional di sekitar Bandara Soekarno-Hatta juga bisa terkendala dengan menurunnya persediaan air bersih.

Turunnya debit air Sungai Cisadane, selain bakal mempengaruhi layanan terhadap pelanggan PDAM juga mempengaruhi produksi pertanian di wilayah pantura Tangerang. Akibat turunnya debit air, sekitar 900 hektare areal persawahan di tujuh kecamatan di Kabupaten Tangerang terancam puso.

Untuk mengatur turun naik seluruh pintu air yang terbuat dari besi itu, dipakai lima mesin penggerak merek HEEMAF buatan Belanda masing-masing berkapasitas 6.000 watt. Mesin yang seumur dengan usia bendungan itu sekarang masih terawat baik berkat tangan terampil petugas di sana. Mereka harus rajin meng-ganti oli mesin setiap 500 jam dan roda giginya harus senan-tiasa dilumasi gemuk. Bendungan Air Pintu Sepuluh Kota Tangerang.






Dodol Khas Kota Tangerang

Dodol Lapis Kota Tangerang
Dodol Khas Kota Tangerang- Jangan salah, bagi anda yang tinggal di sekitar Jakarta dan kebetulan penggemar dodol, maka gak usah susah jauh-jauh nyari dodol sampai ke luar kota. Masih disekitar Jalan Daan Mogot, tepatnya di Jalan Lio Baru/Bouroq Kelurahan Karangsari Kecamatan Neglasari Kota Tangerang terdapat satu rumah yang memproduksi dodol yang menurut saya sangat enak. Dodol tersebut adalah dodol lapis Tangerang Ny. Fang dan Ny. Lauw (warga Kelurahan Karangsari Kecamatan Neglasari Kota Tangerang). Simak liputannya.

Dodol Lapis Khas Kota Tangerang
Produk dodol dengan label "Dodol Ny. Fang" dan "Dodol Ny. Lauw" ini adalah asli produksi warga RW. 02 Kelurahan Karangsari Kecamatan Neglasari Kota Tangerang yang sesuai dengan labelnya memang di produksi oleh Ny. Fang dan Ny. Lauw. Bagi masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya, dodol ini sangat terkenal sejak puluhan tahun yang lalu. Sehingga saat ini sudah banyak dijadikan sebagai oleh-oleh kuliner khas Kota Tangerang. Enaknya dodol ini menjadi daya tarik bagi daerah lain untuk ikut mempromosikan keberadaan dodol ini. Sehingga wajar dodol asli Kota Tangerang ini banyak dijual di daerah lain seperti Medan, Palembang, Lampung, Tangerang Selatan, dan sebagainya.

Banyak varian rasa yang ditawarkan dodol Kota Tangerang ini, dodol rasa wijen, dodol rasa lapis gula, dodol rasa durian, dan original dodol (dodol asli). Pemerintah Kota Tangerang telah melakukan pembinaan untuk menjadikan kuliner ini sebagai salah satu kuliner unggulan Kota Tangerang yang dapat menembus pasar kuliner Indonesia yang diperhitungkan.

Kalau ke Kota Tangerang jangan lupa bawa oleh-oleh dodol asli Kota Tangerang ini dengan menghubungi pusat pengolahan produksi Dodol Ny. Fang dan Ny. Lauw pada alamat di bawah postingan ini. Selamat Datang di Kota Tangerang, duduk santai di Mokervart atau di Sangego Bendungan Pintu Air Sepuluh sambil makan Laksa atau ngemil dodol khas Kota Tangerang...... Pasti Neeeendang,.. baek-baek kecebur ke kali Cisadane bang. Dodol Khas Kota Tangerang.

Dodol Ny. Lauw berlokasi : Jl. Bouraq No.55 Rt.01/02 (Gang SPG) Lio Baru Kel. Karangsari - Neglasari, Tangerang 15121. Telp : (021) 552-4587 / 710-95035


Original Post by Rulianto Sjahputra

 @uiputra-2012..

Sangego Bendungan Air Pintu Sepuluh Kota Tangerang

Sangego Bendungan Air Pintu Sepuluh Kota Tangerang-Salah satu peninggalan sejarah di Kota Tangerang yang masih megah terpelihara sampai sekarang adalah Bendungan Pintu Air Sepuluh atau yang juga dikenal dengan sebutan SANGEGO. Bendungan yang dibuat era tahun 1920an oleh Pemerintah Kolonial Belanda ini sampai sekarang masih berfungsi dengan baik membendung Sungai Cisadane yang membelah Kota Tangerang. 

Sangego Bendungan Pintu Air Sepuluh Kota Tangerang
Dengan fisik yang kokoh, tinggi bendungan ini mencapai 110 meter. Disebut dengan pintu 10, karena bendungan ini memiliki tiang penyangga sebanyak sepuluh buah dan terlihat seperti pintu yang berjumlah sepuluh buah. Bendungan ini dibangun pada awal abad ke-20 (tepatnya antara tahun 1921 sampai 1930) sebagai bentuk manifestasi Potik Etis (balas budi) yang dijalankan oleh Pemerintah Kolonial Belanda kepada rakyat Indonesia. Dan Tangerang yang dijadikan salah satu Benteng (Tangerang Kota Benteng) pertahanan oleh Belanda selain menjalankan potik etis tersebut juga sangat logis membangun infrastruktur di wilayah pertahanan mereka. Sehingga selain membangun bendungan pintu sepuluh untuk menjaga dan mengontrol ketinggian air Sungai Cisadane guna kepentingan mencegah banjir dan irigasi, Pemerintah Kolonial Belanda juga membangun fasilitas pengolahan air bersih di samping bendungan yang kelak diteruskan fungsinya oleh pemerintah sebagai Kantor PDAM Tangerang guna pendistribusian air baku atau air bersih untuk kawasan Tangerang.

Cikal Bakal PDAM di Tangerang (1920-1925)
Tujuan Pembuatan Bendungan Air Pintu Sepuluh sbagaimana telah disinggung di atas antara lain untuk :
  1. Memperkuat benteng pertahanan mereka yang berlokasi di Tangerang dengan kelengkapan fasilitas infrastruktur yang dapat menjamin kestabilan logistik serta kenyamanan (sinkronoisasi) lingkungan tinggal sarana penting mereka..
  2. Antisipasi ketinggian air yang akan menyebabkan banjir di wilayah Tangerang dan Jakarta tentunya. Belanda dikenal sebagai negara yang sangat canggih dalam teknologi bendungan. Demografi dan Topografi wilayah Negara Belanda berada di bawah permukaan laut. Sehingga mereka membendung laut guna Belanda tidak terendam lautan (canggih kan),
  3. Mensuplai kebutuhan air baku/air bersih yang dapat memenuhi kebutuhan wilayah di Tangerang. (Untuk kepentingan ini, mereka juga membangun tempat pengolahan air baku yang kelak sebagai cikal bakal PDAM Kota Tangerang).
  4. Tangerang dahulu kala dikenal sebagai salah satu spot lumbung pangan dengan hamparan sawah yang luas. Untuk stabilitas logistik, maka Pemerintah Kolonial Belanda membangun bendungan dengan berbagai pintu air yang terstruktur secara rapi di wilayah Tangerang. Sayang, saat ini pintu air dan gorong-gorong buatan Belanda ini tidak berfungsi lagi, dan banyak yang beralih fungsi menjadi bangunan.

Setidaknya Pemerintah Kolonial Belanda tidak hanya mengedepankan niatan untuk sekedar melakukan trik politik etis kepada bangsa Indonesia. Tetapi faktanya mereka membuat bendungan ini dengan sangat serius dan detail sampai mencakup pembuatan pintu air-pintu air serta gorong-gorong yang tersebar merata di wilayah Tangerang.

Bendungan Air Pintu Sepuluh Di Ufuk Senja
Bendungan pintu air sepuluh sampai dengan saat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Tangerang, khususnya Kota Tangerang. Kalau dikonversi dengan nilai rupiah saat ini, berapa nilai biaya pembangunan bendungannya saja seperti fisik bendungan pintu sepuluh. Pastinya luar biasa besar. Setidaknya maksud dan tujuan dibangunnya bendungan ini bisa tetap dipertahankan. Ada baiknya Pemerintah selain menjaga bendungan ini, juga dapat memfungsikan kembali secara optimal pintu air dan gorong-gorong yang tersebar di wilayah Tangerang secara terintegrasi dan tersinkronisasi dengan sistem bendungan pintu air sepuluh.

Syukur-syukur keberadaan lahan pertanian yang masih tersisa dapat dipertahankan guna daerah resapan dan tangkapan air hujan, sehingga fungsi bendungan bisa terbantu secara optimal dalam mengantisipasi banjir.

Bendungan air pintu sepuluh tidak sekedaran menjadi simbol dan maskot sejarah belaka, tetapi juga dapat dibangun menjadi spot daerah objek pariwisata lokal dengan kelengkapan fasilitasnya. Dan yang paling penting, kegunaan dan fungsi utama dibangunnya bendungan pintu air sepuluh seperti diuraikan pada pointer di atas dapat berjalan.

Yuk,..... kita lestarikan sama-sama objek penting publik ini. Selamat datang di Kota Tangerang, dan jangan lupa mampir di  Sangego Bendungan Air Pintu Sepuluh Kota Tangerang .

Original post by Rulianto Sjahputra 
@uiputra-2012

SANGEGO

SANGEGO

Sangego nama lain dari Bendungan Pintu Sepuluh yang berlokasi diperbatasan antara Kelurahan Koang Jaya (Karawaci) dengan Kelurahan Mekarsari (Neglasari)

TEMPO DULU

TEMPO DULU

Sejarah yang tidak dapat dilupakan

Mauris euismod rhoncus tortor